KADO SPECIAL DARI TUHAN

4:43 AM Robi Afrizan Saputra 0 Comments

Tidak terasa waktu berjalan begitu cepat. Bahkan mengalahkan kecepatan cahaya sekalipun. Januari 2013 nan lalu, aku masih seorang bocah kanak-kanak yang masih labil. Memasuki pertengahan April , aku memulai menginjakkan kaki pada masa baru, masa dewasa. Ya, tepatnya 14 April 2013 lalu. 17 tahun sudah aku menghirup udara segar yang diberikan Tuhan.
Tepat hari minggu 14 April 2013 , banyak sekali datang pesan dan do’a serta harapan semua orang kepadaku tentang ulangtahun yang ke 17 ini. Baik di jejaring social, pesan singkat ataupun ucapan secara langsung. Setiap do’a dan pengharapan dari mereka selalu aku balas dengan kata ‘aamiin’ bersamaan dengan senyuman penuh kebahagiaan. Ternyata Tuhan masih menyayangiku , masih memberikan aku kesempatan untuk hidup dan memperbaiki diri. Tapi Tuhan juga telah mengurangi umurku , berarti hanya sebentar lagi waktuku untuk hidup. Sudah berkurang 1 tahun.
*
Beranjak hari demi hari diumur ke-17 ini telah dijalani. Kadang ditimpa masalah kadangkala dihujani kebahagiaan. Tapi seseorang yang dewasa tidak boleh berputus asa dan tidak boleh menyombongkan diri pada Sang Pencipta. Terus ku ingat kalimat ini , terus ku pahami bahwa “aku bukanlah seorang yang gagal dikala ditimpa permasalahan dan aku bukanlah seorang yang sombong dikala kebahagiaan ada, Ibu mengajarkanku untuk saling berbagi kepada sesama”.
Sebelum 14 April 2013 , aku belum menemukan potensi yang telah dititipkan Tuhan untukku. Aku selalu mencoba mencari jarum ditumpukan jerami. Mencari potensiku dibalik kebiasaan yang menjadi aktivitasku.
Pernah dikala umur 15 tahun , aku terobsesi untuk menjadi seorang hacker , aku terobsesi bukan karena ingin menjadi penjahat dunia maya tapi aku ingin melindungi website-website pemerintah. Ingin berperang didunia maya , demi mempertahankan harga diri Indonesia Raya. Namun , hari demi hari aku coba untuk selalu berlatih dan mempraktikan ilmu hacker yang aku dapati dari internet dan buku-buku. Aku belajar secara otodidak. Lama-kelamaan , aku mengalami kebosanan. Hanya sedikit ilmu yang dapat aku praktekkan secara nyata.
Aku sadar , sang pelindung website pemerintah bukan passionku. Itu bukan potensi yang dititipkan Tuhan untukku. Waktu berselang , aku menemukan hobby baru. Hobby merangkai kata-kata. Kadangkala rangkaian kata-kata yang telah aku susun lalu aku update di facebook atau twitter . Rangkaian kata-kata itu mendapat respon positif dari penikmat jejaring social. Aku tersenyum dan bahagia dengan respon positif yang apresiasikan untukku. Mulai aku terlarut dalam keenjoyan merangkai kata , sampai saat ini bahkan sampai detik ini. Setiap hari, paling tidak ada satu kalimat yang aku update dalam status facebook atau twitter untuk menginspirasi diriku dan diri kita semua.
**
Aku mulai terbangun , aku mulai sadar bahwa rangkaian kata-kataku dapat memberikan sedikit inspirasi bagi orang lain. Ternyata , Tuhan memberikan aku potensi sebagai ‘penulis’. Ya penulis, perangkai kata-kata. Aku mencoba meyakini itu dan terus berlatih dan berlatih menulis. Tak pernah bosan untuk merangkai kata.
Pernah aku mendapati informasi bahwa ada sebuah perlombaan menulis , perlombangan karangan ilmiah. Aku mendapat nomor, aku menjadi pemenang dalam perlombaan tersebut. Semakin aku yakini bahwa potensi yang dititipkan Tuhan untukku adalah kemampuan dalam menulis , kemampuan merangkai kata-kata untuk menginspirasi semua orang. Semoga ini benar-benar potensiku Tuhan. Ucapku dalam keyakinan dihati.
Hari demi hari setelah aku menyadari bahwa passionku adalah dalam hal kepenulisan. Terus kucoba merangkai kata. Dalam impianku, aku ingin membuat sebuah buku. Aku pasti bisa sambil meyakini hati dengan selalu berusaha.
Ternyata apa yang aku yakini tadi, pemikiran optimis itu , Tuhan dan alam-Nya memberikan kemudahan bagiku untuk mewujudkan impian membuat buku. Tepatnya 11 Desember 2013 yang lalu , selesai sudah tulisanku. Tulisan yang berisi inspirasi dan motivasi. Buku perdana ini sedang dalam proses penerbitan, InsyaAllah Januari 2014 nanti akan launching. Semoga buku ini dapat laris dan menginspirasi semua orang.
Ternyata Tuhan memang Sang Pemberi. Kado 17 tahun ini adalah kado dari Tuhan. Tuhan menyadarkan bahwa potensiku adalah menulis. Ini adalah kado special yang paling istimewa. Terimakasih Allah SWT. Potensi menulis adalah kado special dari Tuhan untuk aku sang penikmat kata-kata ini.
***
Pesan dari tulisan ini adalah…
Setiap kita pasti diberikan oleh Tuhan sebuah potensi. Potensi luar biasa yang bisa menjadi modal keberhasilan kelak. Jika kita merasa belum menemukan potensi , cobalah untuk flashback kembali terhadap apa yang telah menjadi kebiasaan atau aktivitas yang sering kita lakukan. Semisalnya, kita hobby berolahraga. Basket contohnya, ternyata kita dengan mudahnya memasuki bola kedalam keranjang basket. Teman-teman pun mengatakan bahwa kita memiliki potensi sebagai pemain basket. Dalam perlombaan pun kita terpilih sebagai perwakilan sebuah komunitas untuk event tingkat nasional. Cepat sadari itu , itu adalah potensimu…!
Ketika menggambar , kita juga dengan mudah memberikan kombinasi antara titik, garis dan bangunan. Mudah sekali bagi kita untuk memvisualisasikan apa yang kita lihat dan apa yang ada dalam pemikiran kita menjadi sebuah gambar , sebuah picture. Kita juga dengan enjoynya memberikan keterpaduan warna diantara beberapa objek sehingga terciptalah sebuah gambar yang hebat dan menarik. Cepat sadari itu, itu adalah potensimu…!
Dilain hal , kita memiliki hobby jualan. Apa yang kita tawarkan , orang-orang merespon dengan positif dan membeli produk tersebut. Kita juga mendapati keuntungan, walau sedikit. Berarti potensi kita dalam hal marketing , kita bisa menjadi seorang bisnisman. Cepat sadari itu, itu adalah potensimu…!
Itulah permisalan nyata yang ada dalam kebiasaan sehari-hari. Ada lagi kebiasaan yang lainnya yang itu adalah salah satu potensimu seperti, menari , melukis , berbicara , kemampuan bahasa asing yang baik, pintar dalam perhitungan, jago dalam bermain musik , menyanyi dan sebagainya.
 Jika kita telah tersadar bahwa kita memiliki potensi A. maka berlatihlah dan teruslah berlatih kebiasaan A tersebut. Profesionalkan hal tersebut. Itulah potensi kita , jangan pernah menyerah. Jangan pernah takut untuk terjatuh. Karena disaat kita terjatuh, disaat itu pulalah point kita bertambah mendekati kesuksesan. Jangan pernah berhenti untuk bekerja keras, milikilah jiwa pantang menyerah. Tetap semangat dan komitmenkan pada hatimu bahwa “Aku Bisa Jika Aku Berpikir Untuk Bisa”
Tetap Semangat Para Pemenang :)

11.27 WIB / Sijunjung, 25 Desember 2013
Robi Afrizan Saputra
@PEMENANGGG

You Might Also Like

0 komentar: