Etika Mukkadimah

10:59 AM Robi Afrizan Saputra 0 Comments

Mukkadimah erat kaitannya dengan pembawa acara atau protokol. Bahasa lain dari mukkadimah adalah kata-kata pembukaan.
Dalam setiap acara dapat dipastikan seorang pembawa acara akan mengawalinya.

Konteks 'acara' secara umum dibagi menjadi dua jenis.Mukkadimah (kata pembukaan)harus mengawali acara itu. 

Berikut etika mukkadimah dalam dua jenis acara :

1. Acara resmi/non-resmi : non-keagamaan.

Jika acara yang diadakan adalah resmi non-keagamaan, seperti pembukaan olimpiade, acara memperingati ulangtahun suatu daerah/sekolah dsbnya.
Pembawa acara dalam memberikan kata-kata pembukaan harus mendahului dengan kalimat "Yang terhormat kepala sekolah, yang terhormat dewan rektor,yang terhormat bupati dsbnya..." . 
Kalimat puji syukur serta shalawat diucapkan setelah memberikan sambutan kalimat "Yang terhormat"

2. Acara resmi/non resmi : keagamaan

Jika acara yang diadakan adalah acara yang beraroma keagamaan, seperti acara Rohis, acara tahunan Ramadhan dsbnya. Pembawa acara dalam memberikan kata-kata pembukaan atau mukkadimah yang harus diucapkan terlebih dahulu adalah kalimat puji-pujian seperti (Puji syukur kepada ALLAH SWT , Shalawat kepada Rasulullah SAW). Kemudian diikuti dengan ucapan "yang terhormat", misal yang terhormat pengurus Masjid Al-Furqan, yang terhormat pembina rohis dsbnya.

Semoga tulisan ini dapat menambah khazanah ilmu pembacanya. Jika beberapa waktu yang lalu belum mengetahui tentang etika mukkadimah ini, setelah membaca tulisan ini sudah mengetahui, diharapkan kita semua dapat memperbaiki kesalahan-kesalahan sebelumnya.

You Might Also Like

0 komentar: