Meneladani Kepemimpin Brigjend. TNI (Purn) Noer Bahri Said Pamuncak

6:19 AM Robi Afrizan Saputra 0 Comments


Si Nong adalah panggilan akrab Brigjend. TNI (Purn) Noer Bahri Said Pamuncak. Pria ini lahir di Selayo Kabupaten Solok , Sumatera Barat pada 15 Januari 1941 yang lalu disaat Indonesia sedang berjuang merebut kemerdekaan dari penjajah.

Menikmati masa kecil di daerah Selayo , mulai dari Sekolah Rakyat , SMP hingga SMA. Beliau SMP dahulunya di SMP Negeri 1 Solok saat ini yang kira-kira jaraknya 5 Km dari Selayo. Untuk menuju sekolahnya Si Nong hanya berjalan kaki , pada saat itu kendaraan sangat jarang sekali. Sedangkan SMA beliau tamatkan di SMA Negeri 1 Solok saat ini. Nama asli beliau yang diberikan orangtua adalah Noer Bahri yang berarti cahaya lautan, Said adalah nama papanya, sedangkan Pamuncak adalah gelar beliau. Sesuai dengan pepatah Minangkabau ketek banamo , gadang bagala.

Sebelum ujian akhir sekolah Si Nong kehilangan orang tua laki-lakinya. Papa panggilan akrab Si Nong kepada Muhammad Said orangtua laki-lakinya. Tentu menyisakan duka yang mendalam bagi diri Si Nong. Keluarga mereka juga hidup pas-pasan. Almarhum papa  adalah seorang guru sekolah rakyat (SR) dan mami hanya ibu rumah tangga. Si Nong dan saudaranya memanggil mami karena tetangga beliau adalah orang-orang Belanda, dimana anak Belanda memanggil orangtua mereka dengan sebutan papa dan mami.  Sejak ditinggalkan papa, keluarga Si Nong hanya hidup dari pensiunan sedangkan mereka bersaudara sebanyak 12 orang.

Setelah menamatkan SMA , Si Nong memutuskan untuk merantau ke Pulau Jawa. Walaupun mami melepasnya dengan berat hati. Tiba di jawa , Si Nong menginap dirumah saudara keluarganya. Sempat Si Nong mendaftar di sekolah Akademi Militer Nasional (AMN) di Magelang , tapi dua kali mendaftar Si Nong menjadi taruna di akademi tersebut. Walaupun gagal , itu tidak menyurutkan niat beliau untuk menjadi seorang tentara. Disaat tes untuk ketiga kalinya, barulah Si Nong lulus menjadi salah seorang taruna di AMN Magelang.

Lulus dari AMN Magelang karir Si Nong terus menanjak , dinas pertama kalinya ditempatkan di Kediri Jawa Timur, kemudian di Kalimantan Selatan. Pada saat di Kalimantan Selatan inilah beliau mendapatkan jodoh yaitu , Nana Nordiana dengan panggilan akrab Yana. Yana adalah model kecantikan di Kalimantan Selatan saat itu. Setelah menikah dengan Yana , kemudian Si Nong ditempatkan dinas di Payakumbuh , Sumatera Barat kampung halamannya sebagai Dan Yon. Namun  terlambat datang karena cuti nikah , Si Nong tidak jadi ditempatkan di Payakumbuh . Beliau ditempatkan di Bangkinang dengan jabatan yang sama. Kemudian perpindahan tugas terus dialami oleh Si Nong, mulai dari Bangkinang ke Padangpanjang kemudian ke Tembilahan hingga ke Pekanbaru.

Pada saat menjadi Dan Dim di Pekanbaru , beliau di telepon oleh Azwar Anas (Gubernur Sumatera Barat) saat itu untuk menjadi Bupati Sawahlunto Sijunjung menggantikan Djamaris Yunus yang telah berakhir masa jabatannya. Dengan respon yang baik , beliau mengatakan siap untuk menjadi Bupati Sawahlunto Sijunjung kepada Azwar Anas yang berpangkat Brigadir Jendral. Sehingga beliau memimpin Kabupaten Sawahlunto Sijunjung pada tahun 1980-1985 pada periode pertama dan periode kedua 1985-1990.

Pada saat menjadi Bupati Sawahlunto Sijunjung banyak sekali keputusan , sikap dan tindakan beliau yang perlu diteladani.  Brigjend. TNI (Purn) Noer Bahri Said Pamuncak adalah sosok yang sangat ramah dan dekat dengan rakyat. Dalam buku dengan judul  “Kisah-kisah kehidupan Brigjend. TNI (Purn) Noer Bahri Said Pamuncak yang berjalan diatas karang tajam” karya Bustami Narda beliau diceritakan sebagai pribadi yang sangat patut diteladani.

Beliau membuka ruang kerja dan rumah dinasnya untuk seluruh niniak mamak pemangku adat, untuk seluruh alim ulama, masyarakat banyak hingga masyarakat desa-desa terpencil. Beliau juga memangkas prosedur berbelit dan panjang jika ingin menemui Bupati. Si Nong juga berpesan kepada ajudannya agar tidak mempersulit dan memasang wajah angker kepada setiap tamu yang hendak bertemu dengannya. Selain itu , Si Nong Pamuncak Bupati Sawahlunto Sijunjung pada era 80’an ini juga menanamkan prinsip kekeluargaan pada semua staf dan pegawainya. Disiplin selalu ditegakkan karena beliau adalah seorang militer. Brigjend. TNI (Purn) Noer Bahri Said Pamuncak dalam memimpin Sawahlunto Sijunjung terjun langsung ke lapangan untuk meninjau keadaan rakyat yang sebenarnya. Bahkan disaat kepemimpinnya , Si Nong berhasil membuka tidak kurang dari 50 daerah terisolir. Beliau membangun jalan , pasar, sekolah dan fasilitas lainnya. Termasuk ke Silago, Sibarambang dan lainnya.

Brigjend. TNI (Purn) Noer Bahri Said Pamuncak menghembuskan nafas terakhir di Jakarta pada 9 Juni 2012. Semoga semua amal ibadah yang telah beliau kerjakan dilingkungannya menjadi pahala yang dapat memudahkan langkah beliau ke surga.

Penasaran? Follow SEKARANG Instagram @robiafrizan1 

You Might Also Like

0 komentar: