Menjaga Hati, Menjaga Pribadi

6:16 AM Robi Afrizan Saputra 0 Comments

Hati adalah pusat orbital yang menentukan arah kehidupan manusia. Jika kita memiliki hati yang bersih, maka perbuatan baik dan balasan yang baik akan didapatkan. Lain halnya jika pribadi manusia memiliki hati yang kotor, tentulah mereka akan melakukan tindakan yang tidak disukai oleh banyak orang. Begitupun balasan yang akan diterima berupa balasan yang tidak diharapkan.

Rasulullah pernah bersabda, “Ketahuilah bahwa sesungguhnya di dalam jasad manusia ada segumpal daging, jika segumpal daging itu baik, maka baiklah seluruh jasadnya, jika segumpal daging itu rusak, maka rusaklah seluruh jasadnya, dan ketahuilah bahwa segumpal daging itu ialah hati manusia” Ini pertanda bahwa tindakan yang kita lakukan dikomandoi oleh segumpal daging yang bernama hati.

Hati juga laksana cermin yang biasa digunakan untuk berkaca. Semakin bersih sebuah cermin, maka semakin indah penglihatan kita terhadap objek yang berada di depan cermin. Jika cerminnya kotor, maka objek yang terlihat tidaklah bersih.

Hati sebagai pusat orbital kehidupan manusia juga merupakan  pusat pengetahuan yang sesungguhnya. Pikiran hanyalah sebuah hasil filterisasi dari kecerdasan hati manusia.

Penglihatan mata hanyalah pintu masuk untuk melihat sesuatu, tapi hakikatnya sesuatu itu hanya diketahui oleh mata hati.

Pendengaran telinga hanyalah media untuk mendapatkan informasi, tetapi hakikatnya informasi itu hanya dapat didengar oleh pendengaran hati.

Suara hati adalah segala sumber atau perintah apa yang akan kita lakukan. Karena jika tidak menggunakan suara hati, penglihatan hati dan pendengaran hati, maka akan banyak orang pintar yang tidak tahu diri. ‘Akan ditemui orang pintar yang bodoh’. Hatilah yang sebenarnya digunakan untuk memahami persoalan hidup.

Berkaitan dengan hati, Allah Ta'ala berfirman dalam Surah Al-Hajj ayat 46, “Maka tidak pernahkah mereka berjalan di bumi, sehingga hati (akal) mereka dapat memahami, telinga mereka dapat mendengar ? Sebenarnya bukan mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang didalam dada”

Firman Allah dalam QS. Al-Hajj ayat 46 adalah bukti nyata bagi manusia bahwa seluruh aktivitas yang dilakukan pada dasarnya berawal dari hati yang merupakan pusat kebahagiaan manusia. Tidak ada orang yang merasakan kebahagian dan kenikmatan hidup jikalau hatinya kotor. Tidak akan merasa tenang manusia jika hatinya tidak ikhlas.

Hati adalah pusat kebenaran, apa yang disuarakan hati memang benar adanya. Semua yang terbesit dari hati memang betul kenyataannya, karena kebenaran yang hakiki datangnya dari Allah dan Allah sangat dekat dengan hati (qalbu) manusia.

Seperti sebuah kisah berikut ini…
Di suatu jalan raya ada seorang pemuda berperawakan lusuh sedang berdiri diatas trotoar. Pemuda tersebut melihat nenek tua bertongkat yang ingin menyeberangi jalan. Melihat hal itu, tergeraklah suara hati pemuda untuk membantu nenek tua. Tetapi karena suatu hal, menjaga image diri sebagai seorang preman, tak jadi pemuda tersebut menolong nenek tua. Padahal Allah telah menggerakkan hati pemuda tadi untuk menolong orang sekitar yang membutuhkan bantuannya . Memang benar, suara hati adalah begitu adanya dengan kebenaran-kebenaran yang selalu ada untuk setiap tindakan yang akan dilakukan. Terkadang manusialah yang dibelenggu oleh pemikiran jahat yang membenamkan niat baik dari suara hati.

Lantas bagaimana cara kita untuk memetamorfosis dan membersihkan hati. Cara yang dapat kita lakukan tentulah dengan mendekatkan diri kepada Allah. Sebelum itu,  kita mesti berusaha membuang semua sifat tercela yang dimiliki mulai dari iri, dendam , dengki, hasad , sombong , riya , dusta , licik , malas , suka mencontek, su’uzon , pelit, suka bergunjing dan sifat tercela lainnya. Semua itu mesti kita basmi sampai ke akar-akarnya.

Jika hati telah bersih , pasti semua orang menyukai keberadaan kita serta menyenangi setiap hal yang kita perbuat.

Mungkin pernah terbesit di dalam pikiran kita, kenapa do’a yang selalu kita pinta kepada Allah belum juga terkabul. Salah satu penyebabnya adalah sudahkah hati kita bersih? Astaghfirullah…

Kita memang bukanlah manusia yang sempurna, namun bukan berarti kita tidak bisa menjadi lebih baik lagi daripada diri kita sekarang.

Oleh sebab itu, selagi nyawa masih dikandung badan, marilah kita mencoba untuk membersihkan hati agar semua perbuatan kita menjadi keberkahan. Agar doa-doa dikabulkan oleh Allah Ta'ala. Aamiin

You Might Also Like

0 komentar: