Retak Retak Pecah

9:37 AM Robi Afrizan Saputra 0 Comments

Rekah bibirnya memandu rindu.
Sepasang bola mata tetap menipu.
Sudut-sudut hitam meliuk kanan kanan kiri dari mangkuk penglihatan.
Seolah berikan harapan bahwa dia juga ingat waktu lalu.

Kala aku beradu emosi, wajahnya berubah warna merah tungku.
Menumpahkan amarah habis tak bersisa.
Waktu lalu, masih ada sekeping kenangan saat kita masih bersama dulu.
Kini, lenyap dimakan rayap.
Dihembus angin terbang tinggi.
Dibenamkan laut hingga palung-palung.

Di jendela kayu, samping pintu.
Aku mengingat sepotong episode bersama bidadari saat sekolah dulu.
Pemilik senyum terindah jagat raya.
Mengalahkan senyum bidadari-bidadari manja.
Dia adalah cinta yang kini telah menghitam dengan noda-noda.
Pergi menjauh meninggalkan, aku sang nahkoda.
Berlabuh dihati, pujangga wajah baru.
Hingga kini adalah kabar tanpa berita yang kutahu.
Retak, retak, retak. Pecah.

Jatinangor, 10 Agustus 2014

You Might Also Like

0 komentar: