Ditampar Sajak

4:10 PM Robi Afrizan Saputra 0 Comments

Dunia ini sudah tua, Bi.
Kayu-kayu telah banyak yang melapuk.
Batu-batu telah banyak yang merapuh
Gunung juga, sebentar lagi akan muntah

Manusia akan seperti anai-anai yang bertebaran, Bi.
Tidak sedikit yang berubah,
dulu laki-laki kini perempuan-
dulu perempuan kini laki-laki.
Itu pertanda apa, Bi?

Anak-anak kecil bertingkah dewasa
Yang dewasa seperti anak-anak
Dimanakah kebijaksanaan hari ini, Bi?

Terompet itu pasti akan berbunyi, Bi.
Sudah siapkah dirimu?

Dunia ini indah, Bi.
Keindahannya jangan sampai buatmu lengah.
Akhirat cuma tempat abadi.
Tempatmu berpijak hari ini-hanya persinggahan semata

Bi, adakah Allah di hatimu?
dimanapun, kapanpun, bagaimanapun hadirkan Dia pada qalbu, Bi!

Kala semangatmu luntur, jangan berputus-asa, Bi
Berbicaralah pada langit-
Berceritalah pada bumi-
Hingga hujan bersama setiap bait yang terucap dari mulutmu
dan rintiknya menegur pundakmu, Bi

Bagaimana malammu, Bi?
Masih adakah kau ingat Pemberi Rezeki itu, Bi?

Jatinangor, 29 September 2014

You Might Also Like

0 komentar: