Manusia Bersedihlah

3:16 PM Robi Afrizan Saputra 0 Comments

Siang yang benderang adalah kuasa dari Sang Kreator kehidupan ini. 

Tanpa matahari mana mungkin setiap manusia mampu beraktivitas dan menjalani hari-harinya.
Tanpa udara mana bisa manusia bernafas dan hidup di bumi.
Tanpa angin tidaklah manusia akan merasakan kesejukan.

Setiap kita adalah generasi hebat yang tercipta. Butuh proses hingga Allah hadirkan manusia di bumi yang hanya milik-Nya ini. Sembilan bulan ibu mengandung, jika Allah tidak berkehendak, tidak mungkin kita lahir dan menikmati dunia.

Manusia tidak lebih bak buih di lautan. Banyak sekali, namun apakah banyak yang mampu mensyukuri nikmat Allah ini?
Mereka hanya mau menikmati dan memakai, berterimakasih pada Sang Pemberi sulit untuk mereka laksanakan.

Manusia sudah tahu bahwa kiamat pastilah akan terjadi. Namun mereka tidak sadar bahwa pada kiamat akan ada dua keadaan. Surga dengan neraka.
Manusia sudah tahu bahwa untuk masuk ke Surga butuh investasi amal yang tidak sedikit. Namun mereka tidak sadar bahwa amalan-amalan kebaikan tidak banyak yang mereka lakukan.

Sungguh, bahwa kematian itu sangat dekat. Berada hanya diantara azan dengan iqamat. Begitu dekat, begitu singkat. 

Saat ini belum terlambat sahabat. Mari kita memperbaiki hati dan diri dari hari ke hari.
Jika saat ini shalat kita masih bolong-bolong. Segeralah membiasakan untuk selalu melaksanakan shalat. Karena Shalat adalah amalan pertama yang akan dihitung diakhirat kelak.

Jika kita telah konsisten melaksanakan shalat. Marilah kita memperbaiki kualitas shalat. Baik itu gerakannya, ucapan dan kalimat-kalimat dalam shalat.

Perbanyak juga untuk membaca Al-Quran. Menambah hafalan dan sering-seringlah untuk mengingat kematian.

Yuk kita bersama bertekad Surga tertinggi. Perbaiki hati dan diri dari hari ke hari. Mari berlomba-lomba untuk berbuat kebaikan.
Fastabiqul Khairat

21 September 2014

You Might Also Like

0 komentar: