Rintik Hujan Malam Selasa

2:41 PM Robi Afrizan Saputra 0 Comments

"Kutelah miliki...
Rasa indahnya perihku...
Rasa hancurnya harapku...
Kau lepas cintaku..."

Rintik hujan malam ini buat Rizal membisu. Hatinya kaku. Bahkan Rizal diam seribu bahasa semenjak pulang kuliah tadi.
Jika es batu dihempaskan pada lantai. Akan pecah dan berderai.
Rizal seperti itu detik ini. Dia gundah, merasa gelisah.

Hanya ingin kau tahu. Lagu dari band kelas kakap, Repvblik, yang menemaninya malam ini.
Hujan, rintik dan cicak yang berjalan seolah-olah mengganggunya. Jika hujan bisa digenggam, Rizal akan pegang dengan kuat. Melemparnya paling jauh. Hingga tempat dimana tak akan ditemukan lagi.

Perempuan muda asal Bandung yang baru ditemuinya, hari kemarin yang menjadi penyebab. Saat Rizal melempar senyum di wajahnya. Dia hanya kaku. Tak bergerak raut dimukanya. Ekspresinya datar. Tergambar, tak ingin dia membalas senyum Rizal.

Sempat sebelum pulang kuliah, Rizal melihat nametag di dadanya. Saat ini dia sedang ospek. Tertulis nama, Nadita Syakira.
Dia buat Rizal melambung tinggi. Terbang hingga awan di langit biru. Jika tidak ada reaksi, sudah pasti Rizal akan terhempas di bumi dan berderai.

Seteguk kopi diminumnya. Rizal bangkit dari ranjang. Menghampiri jendela. Memandang jauh ke arah ujung. Rintik hujan yang jatuh di atas atap semakin membuat pikirannya mengosong.

Rizal, mahasiswa baru UNPAD termenung melawan emosinya yang sedang bergejolak.
"Kenapa saya memikirkannya. Lebih baik masa depan yang saya risaukan. Bukan dia" Bicara Rizal pada hujan.

Kembali dia menuju ranjang. Dibalutnya kuat-kuat selimut pada badan.
Diam. Lelap hingga pagi pukul delapan.
Kuliah jam pertamapun lewat. Dia menyesal.
"Karena Nadita, masa depanku lalai" Ungkapnya kecewa.

Rizal terhempas.

=====================================================================
Cerita ini ditulis hari Sabtu, 13 September 2014 dalam waktu 15 menit. Tantangan dari Teh Sundea (Penulis buku Salamatahari) saat pemberian materi mengenai kepenulisan di FIB, Universitas Padjadjaran.

You Might Also Like

0 komentar: