Sinopsis Novel Salah Asuhan

5:45 AM Robi Afrizan Saputra 0 Comments

Novel Salah Asuhan adalah sebuah karya fenomenal dari Abdoel Moeis. Sastrawan asal Minangkabau, Sumatera Barat yang lahi di Sungai Puar, Agam, Sumatera Barat pada Selasa 3 Juli 1883. Meninggal dunia di Bandung pada 17 Juni 1959 pada umur 75 tahun.

Berikut sinopsisnya :
 
Hanafi adalah seorang pemuda asal Minangkabau. Tepatnya dari Solok, Sumatera Barat. Semasa kecil beliau hanya hidup dengan ibunya, karena ayahnya telah meninggal dunia
Ibu Hanafi berkeinginan menyekolahkan anaknya ke HBS di Betawi. Selama bersekolah di Betawi, Hanafi dititipkan pada keluarga Belanda. Saat tinggal dan menetap bersama keluarga Belanda di Betawi, Hanafi ditanami sifat-sifat barat. Sehingga gaya kehidupannya sehari-hari menjadi kebelanda-belandaan. Mulai dari sikapnya yang acuh, tidak seperti pemuda Minang biasanya. Hanafi juga tidak memiliki sopan santun, sikap menghargai antar sesama manusiapun tidak dimiliki Hanafi. Seolah-olah Hanafi hanya mau hidup bersama orang-orang Belanda.

Selepas tamatnya Hanafi bersekolah di Betawi. Beliau bekerja di Kantor BB sebagai asisten residen di Solok. Saat bekerja di sana, Hanafi mengenal sosok wanita bernama Corrie. Hanafi dengan Corrie layaknya adik kakak. Mereka memiliki hubungan sangat dekat. Hingga pergi makan berdua, main tenispun juga bersama.

Bergaul dengan Corrie beberapa lama di Solok membuat Hanafi terpincut dengan keindahan paras Corrie, gadis eropa yang memang indah menurutnya. Suatu ketika, emosi dalam hati Hanafi memuncak. Tidak dapat ditahannya lagi, hingga pada waktu itu dia luapkan emosinya pada Corrie. Taklain adalah emosi bahwa Hanafi mencintai Corrie. Namun, Corrie tidak seketika member balasan atas ungkapan yang telah diberikan Hanafi.

Dalam kebimbangan yang luarbiasa, Corrie memutuskan pergi menuju Betawi dengan suatu alasan. Saat di Betawi, ditulisnya sepucuk surat berisi penolakan cintanya kepada Hanafi. Suratnya bernada lembut sekali. Harap Corrie agar Hanafi tidak kecewa sama sekali.
Saat surat kiriman dari Corrie jatuh di tangan Hanafi, lalu dibacanya. Sungguh kecewa membanjiri nadi-nadi Hanafi. Dia begitu putus asa yang luar biasa. Keputusasaannya itu terlihat dari tingkahnya yang tidak berpola tiap hari.

Suatu ketika, Hanafi ternyata telah dijodohkan oleh ibunya. Beliau dijodohkan dengan Rapiah, anak mamaknya. Dengan alasan utang budi pada mamaklah, ibunya menjodohkan dengan Rapiah. Saat sekolah di Betawi dulu, Sutan Batuah, mamak Hanafi turut andil memberikan biaya padanya. Dengan alasan utang budi, Hanafi akhirnya menikahi Rapiah.

Beberapa waktu hidup bersama Rapiah, mereka memiliki seorang anak dengan nama Syafei. Hidup dengan Rapiah tidak ada bahagianya bagi Hanafi. Tidak lain karena dia dipaksa kawin oleh ibunya dengan dalih utang budi.

Pada suatu waktu, Hanafi digigit oleh Anjing gila. Mengharuskannya untuk berobat menuju Betawi. Di Betawi tanpa sengaja, Hanafi kembali bertemu dengan Corrie. Gadis Eropa yang menolak cintanya dulu. Kembali Hanafi mengulang rasanya yang pernah ada pada Corrie dulu, saat dia dipertemukan pertama kali di Solok.

Lama waktu berjalan, akhirnya Corrie dan Hanafi resmi menikah. Walau sebenarnya Corrie agak berat menerima. Namun, Hanafi telah berubah kebangsaan menjadi warga Belanda. Beliau juga menukar nama dengan Cristian Han. Itu membuat Corrie sedikit suka. Sebenarnya belum seutuhnya mencintai Hanafi, karena jika Corrie menikah dengan Bumiputera sudah pasti malu akan ditanggungnya.

Suatu waktu, bahtera rumah tangga Hanafi dengan Corrie diguncang badai. Hingga mereka bercerai. Semua berawal dari Tante Lien yang selalu datang kerumah mereka di Gang Ketapang. Tante Lien adalah orang yang tidak baik. Hingga suatu waktu, Hanafi menuduh Corrie berzina. Marahpun Corrie rasakan. Dia tak tanggung-tanggung ingin bercerai dengan suaminya, Hanafi.

Usai bercerai, tak tahu kemana Corrie ingin pergi dan mengadu. Ditemukannya suatu rumah tempat bisa ditinggalinya beberapa saat. Orang yang punya rumah juga baik dirasa Corrie. Pada suatu cerita, Corrie sepakat pergi ke Semarang atas usul sang empunya rumah. Niat Corrie untuk menenangkan diri atas bencana yang telah menimpanya. Bahkan, Corrie ingin melupakan suaminya dengan utuh karena telah menuduh Corrie berzina tanpa bukti. Sakit dirasakan Corrie.

Suatu ketika, Hanafi yang masih mencintai Corrie nekat menuju Semarang ingin menemui istri keduanya, setelah Rapiah. Setiba di Semarang, pada alamat yang telah ditujunya. Corri tak ditemui. Penghuni rumah berkata bahwa Corrie dilarikan ke rumah sakit karena menderita penyakit Kolera. Sungguh membuat hati Hanafi semakin pilu. Langsung dia menuju rumah sakit tempat Corrie dirawat. Tiba di sana, Hanafi perlu proses panjang hingga bisa menemui istrinya dulu. Namun, ajal tak dapat dielakkan. Hanafi dan Corrie berpisah di rumah sakit itu jua. Corrie telah mendahului suaminya. Hingga membuat Hanafi seperti orang gila.

Follow Instagram @robiafrizan1

You Might Also Like

0 komentar: