Perhelatan Batin Seonggok Jiwa

6:24 PM Robi Afrizan Saputra 0 Comments

Kami memang bodoh, taklebih dari bintang yang ditimpali hujan matahari.
Daun yang hanya tertancap pada ranting kayu lapuk.
Induk dan anak semut menjalar dalam kelapukanbodoh batang-batang yang menggetar.

Kami memang bodoh, hanya bagian yang tidak dimasukkan dalam suatu hitungan.
Jika jumlahnya adalah sepuluh. Kami yang kesebelas.
Kami bodoh takdiperhitungkan.

Aurora di ufuk barat seusai mendung menjatuhkan sekumpulan air, yang sebagian mata menilai indah.
Sedangkan kami berada di sana. Di samping aurora warna jingga.
Tidakkah kalian lihat kami berada diantara warna-warna yang di sana?

Sedangkan matanya menatap-menatap pada langit bagian ufuk singgasana.
Jangan-jangan kalian anggap kami adalah sekumpulan serigala.
Jangan curiga-

Jatinangor, 19 Oktober 2014

You Might Also Like

0 komentar: