Tentang Jarak

4:14 PM Robi Afrizan Saputra 0 Comments


Lebaran Idul Fitri telah lewat. Detik-detik takbir yang berkumandang akan dirindui oleh setiap umat muslim. Baik mereka yang di ujung sana. Sebelah selatan dunia atau di manapun mereka berada. Aku juga rindu dengan moment Idul Fitri. Begitupun Zhe, mungkin saja. Apalagi moment Idul Fitri tahun ini adalah sejarah bagiku. Ran, lelaki asal Surga yang dipertemukan Tuhan dengan malaikat tanpa sayap. Zhe, dia indah.

Zhe bukan lagi di daerahku. Dia telah kembali ke tempat di mana Zhe bersekolah. Sedangkan daerahku adalah kampung halaman bagi Zhe. Aku dan Zhe berjarak. Merenggang dipisahkan ruang. Sepertinya kami akan kembali berkomunikasi dengan kecanggihan teknologi. Entah itu Blackberry Mesengger, Line, SMS, Facebook atau Twitter. Intinya, Zhe tidak akan bertemu denganku dalam waktu yang tidak ditentukan lagi. Semoga saja, masih tercatat dalam skenario Tuhan bahwa aku akan dipertemukan dengan Zhe lagi. Sekali lagi. Selamanya.

Jarak yang renggang bukan masalah bagiku. Bahkan, Aku, Ran seorang lelaki dari Surga, menganggap jarak yang jauh  membuat aku makin dekat dengan Zhe. Jarak tidak mematikan aku, malah makin menghidupkan satu rasa. Kusebut itu rindu. Tanpa jarak, rindu tak akan pernah ada. Tanpa jarak rindu akan pernah terungkap lewat bicara. Kadang aku harus berterimakasih pada jarak. Karenanya aku bisa merasakan rindu. Pada siapa? Ya pada malaikat tak bersayap itu.

Dulu aku mengenal Zhe hanya sebatas kenal saja. Sebatas tahu dia sekolah di sana, kelahirannya tahun ini, cita-citanya ini, tidak suka ini, punya adik namanya ini. Ya, sebatas kenal saja. Seperti seorang sahabat yang mengenal temannya.

Dan kini, Zhe tidak lagi seperti dulu. Kurasa dia telah berbicara banyak tentang dirinya. Tentang rasa. Tentang rasa yang dirasakan manusia biasa. Manusia normal begitu adanya. Manusia yang bisa merasakan cinta. Cinta pada seorang hamba dari Tuhannya. Zhe, cinta. Jarak makin membuat dia sayang. Pada siapa? Ran? Semoga saja.

*Bersambung*

Cerita pertama: Kini di Ruang Nyata
Cerita kedua: Tentang Jarak

You Might Also Like

0 komentar: