Renung dalam Awan

10:13 AM Robi Afrizan Saputra 0 Comments

Tinggi, tinggi, tinggi
Maha Tinggi
Pemilik ketinggian

Di sini, dari 3F sebelah jendela kornea mata menatap bawah
Tampak kecil semua yang dibanggakan manusia berkepala dua
Miliknya yang serba mewah hanya secuil bagi-Nya

Manusia kecil janganlah angkuh, karena kita tak seberapa

Diantara celah-celah awan aku mengukir sajak ini

Samudera awan yang temani diri tentang muhasabah jiwa dan hati

Ar-rahman telah ingatkan,, nikmat mana lagi yang kita dustakan?

Petak sawah, liuk sungai, rumah-rumah, kendaran mewah hanya sampai dunia saja
Harta benda, jiwa raga apa guna jika tak berguna

Kita hanyalah persinggahan di dunia yang akan kekal di akhirat sana

Dalam awan, selepas subuh di langit Jakarta
Minggu, 28 Desember 2014

You Might Also Like

0 komentar: