Berani Mencoba, Berani Bertindak

9:07 PM Robi Afrizan Saputra 1 Comments

Dalam hidup ini, mau tidak mau, kita selalu berhadapan dengan ujian dan tantangan. Menanggapi hal itu, kita sebenarnya sudah dipersiapkan untuk menghadapinya, juga menaklukkannya. Berbagai kemampuan dan kapasitas yang bernama potensi diri sudah menyatu pada tiap-tiap individu. Potensi yang dimiliki mesti bersinergi antara satu dengan yang lainnya. Karena sesungguhnya, tak ada satu pun makhluk yang tercipta tanpa manfaatnya masing-masing. Dan sejatinya, antara satu dengan yang lainnya ibarat puzzle yang saling melengkapi.

Jangan pernah meragukan potensi diri! Jangan pernah takut tak bisa berprestasi! Jangan pernah menyerah untuk bisa bangkit lagi! Bahkan, di tengah kelemahan yang mungkin terlihat, pasti ada suatu kemampuan yang mampu membuat kita jadi insan unggulan.

Ibarat berlian yang belum digosok, bakat seseorang kadang memang tak selalu muncul sedari dini. Sering kali harus “diadu” terlebih dahulu dengan tantangan dan cobaan, maka “berlian” baru akan berkilau di tengah kerasnya benturan.

Potensi inilah yang akan mengawali kita untuk berani mencoba dan berani bertindak. 

Dengan berani mencoba, maka impian akan semakin dekat dengan kita. Orang yang memiliki impian namun hanya duduk berdiam diri sama halnya dengan orang-orang yang cuma pandai bermimpi dan berharap sesuatu dapat datang dengan sendirinya.

Manusia yang bertipe seperti ini hanyalah orang-orang yang tak mau bekerja, tetapi ingin mendapatkan hasil yang maksimal. Sama halnya dengan dongeng Aladin. Aladin yang memiliki lampu ajaib dan mengeluarkan jinnya. Apapun permintaan yang dilontarkan Aladin terhadap jin, dengan seketika permintaannya dikabulkan. Hanya saja ini sebuah dongeng dan tak akan pernah terjadi di dunia nyata. Orang-orang seperti ini adalah orang-orang yang berani menipu dirinya sendiri dengan kemalasan yang berlipat.

Manusia yang bergerak mengejar cita-cita adalah orang-orang yang berani mencoba dan berani bertindak. Berani agar impian-impiannya dapat tercapai, juga harus tergapai. Manusia yang bertipe seperti ini adalah orang-orang yang memiliki kemauan keras untuk menaklukkan dunia demi tercapai cita-cita yang dibutuhkannya. Ia mengetahui apa yang diimpikan dan mengetahui bagaimana cara mendapatkan impian yang diimpikannya. Dengan mengetahui cara-cara menggapai impianlah orang-orang seperti ini berani bertindak dan membuat langkah nyata demi tercapainya sebuah impian yang hakiki.

Seperti seorang pelari yang bermimpi menjadi pemenang dalam sebuah kejuaraan. Pelari ini mengetahui apa yang mesti dilakukannya demi menjadi seorang pemenang. Hal-hal yang perlu dilakukannya adalah rajin latihan, bersemangat, berusaha keras dan tidak kenal dengan putus asa. Dengan motivasi yang dimilikinya , dia tidak mau mendengarkan apapun cemoohan yang dilontarkan orang lain kepadanya. Yang diketahuinya adalah bagaimana cara dia menjadi seorang pemenang. 

Begitupun orang-orang yang memiliki impian besar. Kita mesti menyadari langkah apa yang bisa kita lakukan supaya mimpi-mimpi besar itu menjadi kenyataan. Langkah pertama jika kita seorang pelajar adalah tentu belajar dengan sungguh-sungguh. Jika hanya diam , kita tidak akan mendapatkan apa-apa. Bayi saja jika haus dan ingin menyusu kepada ibunya. Dia akan menangis dan menginformasikan keinginannya kepada sang ibu. Apalagi kita sudah menjadi manusia dewasa. Mencoba dan bertindak adalah sebuah keharusan bagi kita. 

Tidak ada orang yang sukses secara instan. Sukses dihasilkan dari kombinasi proses mencoba, bertindak, gagal, bangkit dan terus mencoba dengan jiwa pantang menyerah. Barulah kesuksesan akan datang disaat beribu usaha telah dikerahkan.

Orang yang tidak berani mencoba dan tidak berani bertindak karena takut salah atau takut akan kegagalan ibarat genangan air yang lama-kelamaan akan kotor, membusuk dan menjadi sarang nyamuk. Daripada menjadi  genangan air yang diam , marilah kita mengalir menuju tempat yang kita inginkan , menuju hidup bahagia yang selalu diimpikan.

Seperti sebuah kisah dalam siklus air. Air yang berada diatas bukit untuk mencapai tujuan akhirnya yaitu samudera perlu berjuang dan terus mencoba menghadapi rintangan selama perjalanannya. Mencoba untuk menaklukan batu-batu besar, mengalahkan kayu-kayu runcing , menyelip diantara sampah-sampah barulah dia sampai di samudera yang menjadi tujuan akhirnya. Air saja berani mencoba dan tak takut terhadap rintangan yang akan dialaminya, apalagi kita sebagai manusia. 

Manusia mesti berani mencoba dan berani bertindak, tanpa memedulikan kegagalan yang akan menimpa. Dengan bertindak dan mencoba dalam kehidupan nyata, kita akan memperoleh pengalaman dari proses demi proses yang dilalui. 

Tidak peduli kita gagal berapa kali, yang jelas kita mendapatkan pengalaman berharga yang tak pernah didapatkan orang lain yang tak berani mencoba dan tak berani bertindak.

Jadi, jika tidak berani bertindak maka kita tidak akan kemana-mana. Kita tidak akan mendapatkan apa yang kita inginkan dan tidak akan mencapai target yang ditetapkan.

Ibarat seorang balita, dia harus memberanikan diri untuk melangkah. Mencoba dan terus mencoba melangkah hingga akhirnya dia bisa berjalan seperti orang lainnya. Karena proses mencobalah balita bisa berjalan seperti orang normal lain. Bisa kita bayangkan, jika balita takut untuk mencoba melangkahkan kakinya. Pastilah balita tadi tidak dapat berjalanan. Begitu pun dengan keberhasilan manusia ditentukan dengan seberapa kali dia mencoba dan terus mencoba hingga akhirnya keberhasilan itu didapatkannya.

Beranilah mencoba dan beranilah bertindak! Jika salah melangkah, segera perbaiki. Jika salah arah, segera putar haluan. Jika berkali-kali gagal, segera bangkit lagi. Jika kita telah menemukan sesuatu yang kita cintai di kehidupan ini, perjuangkanlah dengan sepenuh hati dan sungguh-sungguh. Karena keberhasilan ada di balik kegagalan yang telah berlalu, perjuangan yang pantang menyerah serta selalu bersemangat untuk bangkit dari jurang kegagalan.

“Sukses seringkali datang pada mereka yang berani bertindak dan jarang menghampiri penakut yang tidak berani mengambil resiko” kata bijak dari Jawaharlal Nehru ini dapat kita jadikan motivasi agar berani dalam bertindak serta berani mengambil risiko. 

Jangan pernah menjadi pecundang yang takut dengan kegagalan, tapi jadilah pemenang yang menjadikan kegagalan sebagai batu loncatan untuk menggapai kesuksesan.

Selamat berjuang para pemenang! Jika orang lain bisa, lantas kenapa kita tidak bisa? Padahal kita diciptakan sama-sama menjadi manusia!

@robiafrizan1 | 2/Mei/2015

You Might Also Like

1 komentar: