Hujan Adalah Rindu

6:41 PM Robi Afrizan Saputra 0 Comments

Hujan


Semenjak mentari telah tenggelam di ufuk barat sana. Merah saga kulihat belum tampak juga. Ini adalah sebuah tanda. Mungkin saja akan turun rerintik hujan yang kunamakan rindu. Ia yang terjatuh pada bumi penuh ikhlas tanpa paksa. Pelan-pelan ia suburkan segala jenis bunga-bunga. Mekar dan membuat jiwa-jiwa menjadi bahagia.

Kau tahu kenapa hujan kusebut rindu?

Sebab ia adalah sejuk yang memberi damai. Rintik pelannya menumbuhkan ketenangan. Alunan ritme rintikannya adalah melodi yang mampu membuat jiwa menumbuh-mekarkan gembira. Hujan bagiku adalah sebuah rindu. Rindu untuk bertemu pada dia yang kusebut itu "kamu".

Kau tahu kenapa hujan kusebut rindu?

Sebab ia adalah sebuah perjumpaan. Sapaan langit pada bumi yang terwujud nyata dalam butir aliran kesejukan. Seperti kau dan aku yang saat itu bertemu. Kita berjumpa dalam diam dan saling menahan lisan. Tapi asalkan kau tahu, aku diam-diam selalu merindu. Merindu agar lisan yang tertahan mampu lepas dan terucapkan. 

"Kapan kau izinkan aku untuk bertemu orangtuamu?" 

Semoga kau memberi izin pasti bukan hanya sekadar janji. Sebab aku adalah lelaki yang siap menjadi imam sejati. Untukmu yang selalu di hati.

Gerimis menuju Isya
Jatinangor - 9/Des/2016

You Might Also Like

0 komentar: