Salim A. Fillah: Jiwa Muda, Siap Berkarya

5:08 PM Robi Afrizan Saputra 0 Comments


Dalam rangka milad satu tahun Rumah Quran Jatinangor diadakanlah kajian spesial dengan mengundang Ustaz Salim A. Fillah. 

Rumah Quran Jatinangor adalah sebuah gerakan sahabat Al-Qur'an yang mengajak muslim untuk bersemangat dalam belajar dan mengajarkan Al-Qur'an. Gerakan ini diharapkan dapat menjadi upaya pemberantasan buta huruf Al-Qur'an, wadah membangun ukhuwah dan menyempurnakan bacaan Al-Qur'an, dan menumbuhkan calon-calon hafidz di kawasan Jatinangor, Sumedang. (Bagi sahabat di Jatinangor yang ingin menjadi bagian dari Rumah Quran Jatinangor, langsung aja kepoin IG @rumahquranjatinangor ya)

Jatinangor adalah kawasan pendidikan. Lokasi strategis tempat berdirinya kampus utama Universitas Padjadjaran, Institut Teknologi Bandung Kampus Jatinangor, Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), dan Institut Koperasi Indonesia (IKOPIN).

Nah, langsung saja ya, izinkan saya menulis secercah hikmah dan ilmu yang didapatkan selepas kajian bersama Ustaz Salim A. Fillah. Kajian dengan judul "Jiwa Muda, Siap Berkarya!" ini diadakan di Masjid Al-Jabbar ITB Jatinangor pada Ahad 6 Agustus 2017. 

Berapa orang peserta yang datang? Wuah, buanyak banget. Ini foto menjadi buktinya. Foto ini pun tidak bisa menangkap semua peserta karena saking banyaknya sampai tumpah-tumpah ke bagian belakang masjid.

Foto dari OA Line Rumah Quran Jatinangor
Next, kajian bersama Ustaz Salim A. Fillah kali ini begitu nikmat dan syahdu. Dengan gaya khasnya beliau mampu menyampaikan makna-makna luar biasa dengan penyampaian yang sederhana. Sehingga mampu dipahami dengan begitu mudahnya oleh semua kalangan. Kekuatan kata-katanya menjadi sebuah value dan point plus. Karena para pembaca buku karya Salim A. Fillah, pasti tahu bagaimana ciri khas diksi yang selalu beliau gunakan.

Pada bagian pembukaan, Ustaz Salim menjelaskan bagaimana betapa dahsyatnya para pemuda kahfi. Beliau menyampaikan bahwa Surah Al-Kahfi yang dianjurkan untuk dibaca setiap Jumu'ah memiliki kekuatan dahsyat untuk mendorong para hamba Allah berbuat lebih. Lebih banyak manfaat, lebih banyak menebar kebaikan. Selain itu, juga ada kisah yang kita dapatkan tentang pemuda, yaitu kisah Yusuf dengan wanita penggoda. Yusuf yang tangguh imannya, mampu mempertahankan martabat dirinya. Sehingga terhindarlah ia dari kemaksiatan yang begitu pahit dan hitam. 

Ustaz Salim pun mengatakan bahwa memang benar para pemuda itu banyak godaannya. Apalagi godaan syahwatnya. Karena itu, bermampu-mampulah untuk menjaga dirinya. Bertarunglah dengan itu semua, kalahkanlah, dan menangkanlah pertarungan syahwat itu dengan diri yang senantiasa terjaga. Ya Allah, kuatkan kami.

Dokumentasi Pribadi
Kemudian, Ustaz Salim juga mengatakan bahwa yang paling penting dalam hidup ini adalah berjiwa muda. Takapalah jika rambut sudah memutih, yang jelas jiwa tetap masih muda. Biarkan usia menua, pertahankanlah agar jiwa tetap senantiasa muda. Sebab, jiwa muda itu layaknya warna hijau. Simbol yang terus bertumbuh dan terus produktif. Jiwa muda inilah yang harus kita miliki!

Mereka yang berjiwa muda, maka akan terus merasa bodoh. Tidak pernah merasa yang paling baik. Punya semangat untuk terus dan terus belajar. Mereka yang berjiwa muda akan selalu berani untuk mengambil risiko. Tidak takut gagal. Tidak takut dengan kekalahan. Sebab, para jiwa muda meyakini bahwa di setiap risiko dan kegagalan pasti menyimpan hikmah luar biasa yang mampu dipetik dengan sebaik-baiknya. Para hamba berjiwa muda, juga pasti senantiasa untuk terus berusaha menjadi tawadhu'. Rendah hati dan tidak sombong. Sebab, untuk apa sombong? Bukankah manusia hanyalah makhluk secuil di atas pemerintahan Allah Yang Maha Besar? Rendah hatilah. Tawadhu'lah. Ya Allah, jagalah hati kami.

Dan jangan pernah merasa yang paling pandai dalam memilih sesuatu. Mintalah petunjuk Allah. Selalu libatkan Allah. Karena pengetahuan manusia hanya sedikit sedangkan ilmu Allah begitu sempurna. Allah tahu yang terbaik untuk hamba-hamba-Nya. Allah tahu mana hal prioritas yang harus hadir dalam kehidupan kita. Karena itu, selalulah meminta petunjuk Allah. Kuatkan doa-doa. Pertahankan diri agar terus berjiwa muda.

Sumber: OA Line Rumah Quran Jatinangor
Para pemuda juga mesti ta'aruf; saling mengenal antarpersahabatannya. Kenal sedalam-dalamnya. Tahu apa yang disukai temannya. Tahu di mana rumahnya dan perkenalan dekat lainnya. Pemuda juga mesti tafahum; saling memahami dalam berbagai kondisi. Juga jadilah pemuda yang ta'awun; saling tolong-menolong dalam agenda-agenda kebaikan. Selalu ada untuk sahabatnya.  Pemuda juga mesti tafakul; saling menanggung satu sama lain. Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Ada ikatan bathin di antaranya. Dan terakhir, pemuda dahsyat mesti punya sifat itsar; mendahulukan orang lain daripada dirinya sendiri. 

Sebenarnya begitu banyak ilmu yang disampaikan Ustaz Salim, tetapi karena keterbatasan saya, hanya sedikit inilah yang mampu saya tuliskan dan bagikan. Semoga kita semua tetap menjadi hamba yang berjiwa muda. Terus tumbuh dengan produktif. Terus belajar hingga ajal datang menjemput. 

Jangan sia-siakan masa muda ini. Sebab, masa muda hanya sekali dan jadikanlah ia berlimpah arti. Oh iya, ini adalah kutipan dari buku karya saya yang berjudul Jangan Jadikan Masa Mudamu Sia-sia. Sudah bisa didapatkan di Gramedia seluruh Indonesia. Lebih lengkap tentang bukunya, klik di sini aja buku Jangan Jadikan Masa Mudamu Sia-sia  

You Might Also Like

0 komentar: