Perjalanan Panjang

9:53 AM Robi Afrizan Saputra 0 Comments


Sejenak di kereta ini, aku membayangkan kau duduk sebangku denganku, menemani aku ke tempat-tempat aku diundang sebagai pembicara dan kita pergi berdua. Di ruangan acara, sebelum aku banyak berkata, yang pertama akan kulaksana adalah mengenalkanmu pada orang-orang yang hadir. Bahwa, hari ini, aku ditemani seorang perempuan shalihah yang duduk di bangku paling muka. Seketika wajahmu memerah. Tersenyum dan melepas bahagia. Bahwa memang benar aku buktikan cintaku utuh dan penuh hanya untukmu saja.

Di bangku kereta ini, dalam sepanjang perjalanannya, andaikan kau duduk di sampingku. Aku ingin bercerita panjang kepadamu. Tentang rencana-rencana kita ke depannya. Tentang bagaimana keluarga kecil kita. Dan tentang anak-anak yang akan kita bina.

Di bangku kereta ini juga, aku membayangkan bagaimana keluargaku dari Sumatera datang ke Pulau Jawa. Menyeberangi lelautan dan melewati ribuan kilometer hingga sampai di depan halaman rumahmu. Mengetuk pintu itu. Mengucap salam. Kemudian ayahku menyampaikan maksud dan tujuan kepada ayahmu.  Kita berdua dengan segala sanak-keluarga yang ada hadir di tengah ruangan itu penuh dengan degup jantung yang tidak menentu. Kamu, duduk di paling sudut dengan malu-malu. Samar-samar mendengar bahwa ayahmu memberikan sinyal dan lampu hijau  kepada ayahku.


Seketika degup jantung tak menentu itu berubah menjadi detak-detak penentuan tanggal. Mencari jadwal paling pas untuk aku dengan ayahmu. Untuk aku yang akan mengikrarkan janji paling sakral. Aku kembali melirik kamu yang masih saja malu-malu di sudut ruangan itu. Sebentar lagi kisah-kisah kita akan menjadi cerita bersama. Sabarlah, dek. Aku yang jauh-jauh dari Sumatera datang ke sudut Pulau Jawa sebagai bukti bahwa aku memang benar sedang memperjuangkan cinta kita. 

--

Ditulis di kereta api Ciremai Ekspress. 
Perjalanan Bandung - Semarang.
21 Oktober 2017

You Might Also Like

0 komentar: