Sedang Menahan Rasa

8:36 PM Robi Afrizan Saputra 0 Comments


Lama-lama aku semakin jatuh hati dengan perempuan itu. Ia yang baru kukenal, namun sudah mampu membuat nyaman seluruh jiwa dan hatiku. Aku jatuh sedalam-dalamnya. Aku jatuh dengan bahagia. Aku jatuh cinta pada dia. Perempuan salihah yang kukenal dengan cara yang tidak sengaja. Namun, aku selalu yakin bahwa Tuhan pasti punya rencana yang luar biasa.

Aku masih ingat, siang itu, entah siapa yang menggerakkan hatinya untuk membalas sebuah pesan yang kuunggah di media sosial. Ia menanyakan segala kabar tentang kompetisi yang sedang aku ikuti kala itu. Entah bagaimana caranya, ia juga mengikuti kompetisi yang sama. Hanya saja kita pada bidang yang berbeda. Yang anehnya, kita sama-sama belum kenal sama sekali saat itu. Hanya saling follow dan itu pun tak tahu sumbernya entah bagaimana caranya kita bisa saling mengikuti di media sosial. 

Lagi-lagi aku selalu yakin bahwa tidak ada yang kebetulan. Semua ada yang menggerakkan. Yang menuntun. Yang membimbing. Yang mengenalkan aku dengan dia hingga detik ini. Kuhanya berharap semoga penantian panjang ini tidaklah menjadi penantian yang hampa. Aku hanya bisa berdoa pada Tuhan, agar kisah ini bisa menjadi satu dan berpadu. Utuh dan menyatu. Bersama dan berbahagia. Walau kita berbeda tanah kelahiran dan suku bangsa. Tapi yakinlah jika Tuhan sudah berkehendak, yang tak mungkin akan menjadi mungkin. Yang kabur akan menjadi jelas. Yang abu-abu akan semakin berwarna. 

Selamat memperjuangkan dan menjaga rasa. Semoga detak-detik waktu ini menjadi jawaban atas segala yang sedang membuncah di jiwa. Izinkan aku memanggilmu sebagai seorang permaisuri hatiku. Izinkan aku memanggil sebutan itu hanya di dalam doa-doa saja. Sebab, aku belum berani mengungkapkannya pada saat ini jua. Biarkan saja aku sendiri yang menahan segala gejolak yang ada di dada. 

Selepas penatnya rapat demi rapat. 
20.32 Wib. 
24 Oktober 2017

You Might Also Like

0 komentar: