Kamu Jangan Pergi

7:19 AM Robi Afrizan Saputra 4 Comments


Pagi ini hujan turun lagi. Di luar jendela jelas kulihat setiap rintiknya jatuh dan kembali masuk diserap bumi. Dalam pikiran aku menyusuri lorong panjang kenangan yang membuatku sesekali tersenyum. Tertawa. Mungkin juga sedikit terluka. 

Kamu jangan pergi. Aku sudah terlanjur nyaman bercerita panjang denganmu. Aku begitu ringan untuk mengisahkan setiap kejadian yang kualami dan kujalani. Tidak pernah ada alasan yang membuatku ragu untuk menumpahkan segala gundah yang sedang aku pikirkan. Kamu benar-benar membuatku semangat kembali saat aku down dan terjatuh. Yang paling aku ingat dari setiap apa yang pernah kamu sampaikan adalah bahkan yang kuat pun, masih perlu untuk dikuatkan

Andaikan kamu tahu. Kamulah srikandi dan bidadari yang menjadikan aku kembali bangkit dan kuat saat aku melemah kala itu. Kamu jangan pergi. Kamu tetaplah di sini. Bukan ragamu yang kuharapkan untuk tetap hadir, melainkan jiwamu tetaplah di sini.

Aku ikhlas melepasmu jauh ke ujung sana. Asalkan memang pada waktunya kamu kembalilah ke sini. Namun, lagi-lagi kita tidak pernah tahu bagaimana jalan takdir dari-Nya. Sebagaimana pun kita menginginkan untuk hidup dan bersama. Kalau seandainya jalan takdir yang digariskan oleh Tuhan bukan begitu. Kita akan terus berpisah. Jatuh dan semakin jauh. Karena itu, hanyalah doa yang bisa kita sampaikan pada langit. Semoga saja, doa-doa darimu dan dariku bisa bertemu dan menyatu. Dengan doa itu pulalah, kamu yang jauh di sana menjadi dekat di hadapanku pada hari penentuan itu. Saat aku mengucapkan akad sembari bersalam dengan tangan kanan ayahmu. 

Kamu jangan pergi. Namun, aku juga tidak bisa memaksamu untuk tetap ada di sini. Yang kuharap adalah doamu tetaplah untukku. Dan kamu jangan khawatir, doaku hanyalah untuk dirimu. 

Jatinangor, setelah sekian lama tidak hujan di pagi hari. 07.17 Wib
7/11/2017

You Might Also Like

4 komentar:

  1. .bahkan yang kuatpun masih perlu di kuatkan:')

    BalasHapus
  2. Kata2 dirangkai indah menjadi untaian makna...
    membonceng sejuta tanggung jawab penting terutama bagi si pena... Ditujukan kpd hati yg disana,tpi jangan lupa bahwa kata2 itu membonceng tanggung jwb...

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. Dalam doa aku mengucap penuh harap, jika memang engkau tidak bersama ku di dunia yang fana ini, semoga Tuhan pertemukan kita dalam SurgaNya. Aamiin.

    - tulisannya indah sekali, Kang.

    BalasHapus