Kesepakatan Berdua

2:09 PM Robi Afrizan Saputra 0 Comments


Untuk saat ini, kita sudah sepakat memilih jalan masing-masing. Kamu teruslah melaju di jalanmu; cita-citamu, impianmu, juga cintamu untuk membahagiakan bapak yang sudah mulai menua di rumah. Aku pun begitu. Memilih untuk menelusuri jalanku sendiri terlebih dahulu. Aku akan berjalan di rute tempat di mana aku bisa melaju dengan jauh. Menyiapkan segala bekal untuk nantinya kita kembali berada di jalan yang sama.

Untuk saat ini, biarlah kita berpisah. Entah untuk selamanya atau sementara saja. 

Jika kamu tanyakan aku akan memilih yang mana, tentu aku akan memilih berpisah untuk sementara. Kita menjaga jarak agar tak ada batas yang nantinya kita langgar. Jika nantinya memang kamu sudah siap dan aku pun sudah terlepas dari segala hal yang membuat kuragu. Aku akan datang ke sudut Pulau Jawa itu. Membawa keyakinan pada bapak bahwa aku adalah lelaki yang bertanggungjawab untukmu. Lelaki yang siap menjadi imam dan menuntunmu di jalan kebaikan yang nantinya kita sebut sebagai rumah tangga.

Lagi-lagi kita haruslah sama-sama paham. Kita tidak boleh saling melempar harap. Tidak boleh saling menunggu. Rasa ini cukuplah kita titipkan pada Tuhan saja. Jika memang ada restu yang turun dari langit. Maka yakin saja, seberat apapun rintangan untuk menuju pintu rumahmu, sejauh apapun langkah yang harus aku tuju, pasti aku akan datang jua untuk membawa keyakinan bahwa kita akan hidup bersama. Kita hanya perlu yakin bahwa segala hal yang terjadi di muka bumi ini semua sudah berada dalam perencanaan-Nya. Tidak perlu khawatir. Tenanglah...

Jatinangor, 13/11/2017


You Might Also Like

0 komentar: