Perihal Nasihat Diri

2:29 PM Robi Afrizan Saputra 0 Comments


Saat-saat seperti ini: tubuh yang lemah, nafsu makan yang berantakan, jantung yang tidak karuan, demam yang naik-turun, kepala sakit dan pusing yang sering menghantui. Rasa-rasanya ingin pulang dan kembali ke pangkuan ibu, di rumah, di pulau seberang sana. Ingin sekali rasanya untuk menyatukan rindu ini dengannya. Ingin sekali untuk menatap wajah tuanya yang mulai keriput. Memandang dengan dalam-dalam bola matanya adalah bahagia. Rasa yang tidak bisa terdefinisikan oleh apapun. Namun, apalah daya seorang perantau yang jauh dari kampung halamannya. Hanya bisa menahan sakit sendiri. Hanya bisa menangisi sakit yang semoga Allah segera sembuhkan ini.

Saat-saat seperti ini, rasanya ingin benar-benar pulang. Ingin dikasih perhatian yang lebih oleh ibu. Ingin rasanya ditanyakan segala perihal yang bisa membuat tubuh ini kembali kuat. Namun, bertemu untuk saat ini adalah ketidakmungkinan yang masih terus disemogakan. Jarak, juga tentunya perihal biaya, menjadi persoalan paling rumit.

Satu keyakinan yang terus membuat diri ini kuat adalah percaya bahwa Allah masih ada. Masih bersama para hamba-Nya. Sejatinya, Allah yang jaga, Allah yang memberikan sakit, Allah yang menyembuhkan, Allah yang segala-galanya. Tidak mungkin setiap skenario ini adalah script yang gagal. Tentu di balik semua ujian nan bertubi ini akan ada hikmah yang dapat dipetik bagi mereka yang peka. Sepertinya, aku harus belajar lebih peka atas segala perihal apapun itu.

Pelajarannya bagi para perantau di mana pun berada. Menahan rindu adalah hal yang mau tidak mau harus dipaksa untuk dilakukan. Demi sebuah impian dan cita-cita untuk membahagiakan bapak dan ibu di rumah. Tidaklah boleh mengabaikan kesehatan. Sebab, seberapa pun banyak uang yang dimiliki nantinya. Yang namanya kesehatan tidak akan dapat dibeli. Haruslah dijaga baik-baik. Juga bagi para perantau, janganlah sesekali untuk malas dalam hal apapun itu. Jauh-jauh dari kampung halaman, setibanya di rantau malah malas-malasan. Tentu percuma dan sia-sia. Karena itu, bersemangatlah. Ingat, di kampung nan jauh di sana, ada bapak dan ibu yang menantikan kehadiranmu kembali. Dua orang pahlawan itu pun sudah mulai menua. Membahagiakannya adalah kewajiban yang harus dilakukan dengan segera.

Dalam kondisi drop. Jatinangor. 29/11/2017


You Might Also Like

0 komentar: