Pertanyaan Penghujung Tahun

1:36 PM Robi Afrizan Saputra 0 Comments


Kampung Santri Cilembu

Memasuki penghujung tahun adalah waktu bagi orang-orang yang dulu di awal tahun beresolusi untuk mengevaluasi. Tentang target demi target yang dulu sudah direncanakan sedetail mungkin. Berapa banyak yang sudah tercapai dan berapa banyak yang masih terbengkalai. Desember menjadi bulan derasnya turun hujan sekaligus bulan tempat mempertanyakan nilai sebuah perjuangan. 

Saya termasuk satu di antara orang-orang yang dulu pernah membuat resolusi di awal tahun. Saya merencanakan banyak hal di awal tahun lalu bagaimana agar tahun yang dijalani saat ini menjadi tahun yang berbeda daripada tahun-tahun sebelumnya. Ternyata kenyataan di lapangan tidak semudah yang ada dalam pikiran. Saya menemui berbagai kendala, tantangan, rintangan, bahkan hambatan yang pada suatu waktu membuat saya sempat berhenti. Hanya karena tujuan akhir yang jelas saya memutuskan untuk terus melanjutkan langkah perjuangan. Walau dengan merangkak. Pelan-pelan. Benar-benar perlahan. 

Pada saat saya menuliskan ini, mungkin juga orang-orang yang sedang membaca tulisan ini, saya merasakan betapa hebatnya lesat waktu. Betapa cepatnya terasa waktu setahun ini berlalu. Rasanya baru kemarin 31 Desember 2016, sebentar lagi akan mengulang tanggal yang sama saja. Waktu yang berlalu sangat cepat ini harus benar-benar disadari. Betapa kalau seandainya kita tidak menyadari lesat waktu yang begitu cepat, mungkin kita akan menjadi bagian dari orang-orang yang terlindas oleh peradaban, orang-orang yang lambat dan tertinggal. Semoga kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang sadar akan cepatnya waktu ini berjalan agar kita tidak termasuk ke dalam mereka yang ketinggalan kereta. 

Penghujung tahun 2017 ini, sejenak coba bangkitkan kembali resolusi atau rencana-rencana yang dulu sempat disusun di awal tahun. Rencana mana yang sudah tercapai, rencana mana yang harus dilanjutkan untuk tahun depan, dan rencana mana yang harus diganti dengan hal yang lebih realistis lagi. 

Hal ini penting dilakukan sebagai bentuk evaluasi diri. 

Apakah selama setahun ini kita ada kemajuan? Apakah setahun ini kita hanya banyak tidur-tiduran saja? Apakah setahun ini waktu produktif kita banyak terbuang hanya karena sibuk dengan main, main, main dan main saja? Apakah setahun ini gerak kita sangat lambat sedangkan orang-orang sudah mulai jauh melangkah di depan? Apakah setahun ini hafalan Quran kita bertambah? Apakah setahun ini buku yang kita baca meningkat jumlahnya? Berapa kali shaum sunnah kita pada tahun ini yang terlaksana? Dan pertanyaan-pertanyaan lainnya.

Pertanyaan-pertanyaan ini bisa terjawab dengan sendiri sembari mengevaluasi diri. 

Hasil evaluasi ini jadikanlah dasar untuk menyusun resolusi untuk tahun depan, tahun 2018. Karena semakin baik sebuah perencanaan, tentu semakin baik pula persiapannya. Karena itu, mulai persiapkan dari sekarang juga.

Mungkin, para pembaca ada yang punya relosusi menikah di tahun 2018? Semoga Allah memberikan jalan-jalan kemudahan untuk hal itu. Sebab, kebaikan tidaklah boleh ditunda-tunda. :)

Instagram: robiafrizan1
Jatinangor. 3/12/2017

You Might Also Like

0 komentar: