Sebagai Seorang Anak Lelaki

8:44 PM Robi Afrizan Saputra 0 Comments


Sebagai seorang anak laki-laki yang jauh dari orangtua, hal yang sering aku rasakan hanyalah satu; ialah makhluk tak berwujud namun sering datang dengan tiba-tiba. Rindu namanya. Sering datang, menyapa, dan sering menjadi menyebab derasnya air mata.

Sebagai seorang anak laki-laki yang memutuskan untuk merantau, meninggalkan kampung halaman, dan pergi ke negeri orang, seringkali yang membuncah pada dada adalah satu; sebuah rasa yang sering memberontak, sering berkecamuk, dan sering meronta-ronta. Ialah bertemu. Pada dua orang manusia yang sering kupanggil bapak dan ibuk.

Sebagai seorang anak laki-laki dua puluh tahunan, hal-hal yang paling sering dicemaskan adalah perihal masa depan; apa pekerjaanku nanti dan siapa teman hidup yang membersamaiku hingga tua nanti. Namun, semua hal itu menjadi ketenangan jika telah dipersiapkan. Tidak perlu khawatir jika sudah yakin bahwa Allah telah menjamin rezeki setiap makhluknya. Tidak perlu gelisah, sebab Allah telah mengatur dan menetapkan siapa pasangan dari setiap manusia yang telah diciptakannya jauh-jauh hari sejak dalam kandungan.

Sebagai seorang anak laki-laki yang sedang memperjuangkan; aku tidak banyak pinta dan kriteria. Hanya satu saja. Aku ingin memperjuangkan perempuan yang sederhana dan siap untuk bertumbuh bersama menjadi dewasa. Perempuan yang sederhana pakaiannya, perempuan yang sederhana dalam bertutur, perempuan yang selalu menyederhanakan masalah, tidak memperibetnya, menyelesaikannya dengan tenang, selalu yakin pasti akan ada solusi dari setiap gejolak, dan perempuan yang sederhana dalam berhias. Karena bagiku, kecantikannya itu terlihat bukan karena overnya make up, tapi kecantikannya terlihat dari aura alaminya. Entah mengapa, aku lebih suka dan tetap suka perempuan yang sederhana.


23/9/2018
20.44 Wib



You Might Also Like

0 komentar: