Kamu Masih Ada Harapan, Sayang

8:17 AM Robi Afrizan Saputra 0 Comments


"Kamu masih ada kesempatan, Sayang. Kamu masih ada harapan yang panjang. Jangan karena rumitnya tugas akhir perkuliahan kamu menyerah dan putus asa begitu saja. Kamu pasti punya tenaga untuk menyelesaikan semuanya. Kamu itu bisa. Kamu pasti mampu melewati setiap dinamika pada tahun-tahun akhir di kampus ini; dosen yang parahnya minta ampun untuk ditemui, jurnal-jurnal yang  pas dan sesuai tiada kunjung bertemu, apalagi satu per satu temanmu sudah mulai beres dan selesai. Tidak apa-apa. Kamu jalani semuanya semampumu. Saat kamu memulai, pasti kamu akan selesai," Ibu mendekapku erat. Seolah ada transferan tenaga yang ia berikan dari sela-sela jarinya yang menggenggam jemariku dengan rapat-rapat.

Tahun-tahun akhir di kampus selalu punya kisahnya tersendiri. Ada yang lulusnya cepat, namun setelah itu bingung mau ke mana. Setahun, dua tahun, tiga tahun, belum juga kunjung dapat kerjaan. Ada yang lulusnya "telat", namun tidak lama setelah kelulusan ia langsung bekerja dan membangun impiannya. 

Kisah hidup akan selalu begitu. Setiap orang punya momentumnya masing-masing. Tidak pernah keliru. Semua pas sesuai takarannya masing-masing. Tuhan telah menciptakan momentum untuk kita. Semua akan bersinar pada saatnya. Yakinlah...

Yang tidak boleh kita lakukan adalah menyerah. Sebab, menyerah adalah kalah. Jika kita tetap terus melangkah, maka cepat atau lambatnya pasti akan sampai di tujuannya juga. Baik-baiklah. Jangan cemas dan berputus asa. Allah sayang kamu. Allah ingin melihat seberapa keras perjuanganmu. Yakinlah, di setiap apa yang kamu lalui pasti ada hikmahnya. Tinggal kamu mau peka atau tidak. Tinggal kamu mau memetiknya atau melepasnya begitu saja. 


8/10/2018

You Might Also Like

0 komentar: