Sedang di Perjalanan

9:17 PM Robi Afrizan Saputra 0 Comments


Aku tidak bisa meminta banyak hal, kecuali satu. Jika ada yang mengetuk pintu hatimu, maka lihatlah sejenak dari jendela kalbumu siapa yang mengetuk pintu itu. Jika yang mengetuk bukan aku, silakan saja jika memang ingin kamu diizinkan untuk masuk. Jika kamu merasa nyaman dengannya, maka terimalah. Sebab, aku di sini masih menjadi lelaki yang tak punya berani.

Jika ternyata ia hanya masuk untuk sekadar singgah, lihatlah ke sudut jalan itu. Aku masih di sini. Sedang mempersiapkan banyak hal agar aku mengetuk pintu bukan untuk keluar kembali. Aku mengetuk pintu hatimu untuk menetap suatu saat nanti. Sepanjang hari. 

Sebab, aku tidak ingin menjadikanmu tempat singgah. Aku ingin menjadikanmu tempat berpulang paling nyaman selayaknya rumah. 

Perempuan dengan wajah yang meneduhkan. Kita pada saat ini bukanlah siapa-siapa. Hanya sepasang manusia yang hanya bisa berdoa. Sembari sedikit demi sedikit berusaha. Semoga suatu hari nanti ada jalan untuk menjadi bersama. 

Perempuan dengan wajah yang meneduhkan; selamat menjadi dirimu sendiri. Jangan paksa hatimu untuk menerima seseorang yang sama sekali kamu merasa tak satu visi dengannya. Keterpaksaanmu menerima hanya akan menjadi penyelesanmu suatu saat ini. 

Menunggulah, jika memang ingin menunggu. Meyakinlah bahwa ada yang sedang berjalan menujumu. Walau jalannya sangat pelan; namun tujuannya tetaplah satu, yaitu kamu. Sabarlah, jangan terlalu tergesa-gesa. Aku masih berusaha.

21.15 Wib
5 Desember 2018

You Might Also Like

0 komentar: